Batu hitam yang khusus diturunkan Allah SWT dari surga dinamakan Hajar Aswad. Batu itu terletak di sudut Kabah, tepatnya di pinggir pintu Kabah. Menyentuh Hajar Aswad, menciumnya, dan melambaikan tangan kepadanya adalah lambang kesetiaan dan kepatuhan mutlak kepada Allah SWT. Itulah yang dilakukan jamaah haji saat tawaf di pelataran Kabah.

Zaman dahulu, di suku-suku Arab selalu mengikat perjanjian satu sama lain dengan diakhiri berjabat tangan atau bersalaman. Perjanjian atau kesepakatan itu biasanya untuk mendapatkan jaminan keselamatan selama mereka menempuh perjalanan di padang pasir yang luas, baik keselamatan dirinya sendiri maupun keselamatan barang dagangannya.

Jabat tangan itu merupakan kesepakatan dan kesetiaan. Sebagaimana bersalaman dalam perjanjian suku-suku Arab tersebut, lambaian tangan kepada Hajar Aswad sebenarnya merupakan cara lain untuk mengungkapkan kesetiaan manusia kepada Allah SWT.

Kesetiaan tersebut perlu ditunjukkan agar mereka mendapatkan jaminan keselamatan selama menempuh perjalanan dalam kehidupan di dunia ini. Dengan ‘bersalaman’ dengan Hajar Aswad berarti menusia telah sepenuhnya menggantungkan hidup dan keselamatannya kepada Allah SWT.

Sumber : Republika.co.id

Baca Artikel Lainnya : PERSYARATAN UMRAH

MENCIUM HAJAR ASWAD

Artikel lainnya »