Promo Umroh Plus Terjangkau di Jakarta Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Promo Umroh Plus Terjangkau di Jakarta Alhijaz Indowisata didirikan oleh Bapak H. Abdullah Djakfar Muksen pada tahun 2010. Merangkak dari kecil namun pasti, alhijaz berkembang pesat dari mulai penjualan tiket maskapai penerbangan domestik dan luar negeri, tour domestik hingga mengembangkan ke layanan jasa umrah dan haji khusus. Tak hanya itu, pada tahun 2011 Alhijaz kembali membuka divisi baru yaitu provider visa umrah yang bekerja sama dengan muassasah arab saudi. Sebagai komitmen legalitas perusahaan dalam melayani pelanggan dan jamaah secara aman dan profesional, saat ini perusahaan telah mengantongi izin resmi dari pemerintah melalui kementrian pariwisata, lalu izin haji khusus dan umrah dari kementrian agama. Selain itu perusahaan juga tergabung dalam komunitas organisasi travel nasional seperti Asita, komunitas penyelenggara umrah dan haji khusus yaitu HIMPUH dan organisasi internasional yaitu IATA. Promo Umroh Plus Terjangkau di Jakarta

    saco-indonesia.com,

    Lamaku memendam rasa di dada
    Mengagumi indahmu wahai jelita
    Tak dapat lagi kuucap kata
    Bisuku diam terpesona

    Dan andai suatu hari kau jadi miliki
    Tak akan kulepas dirimu kasih
    Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu

    Reff:
    Kurasa ku t'lah jatuh cinta
    Pada pandangan yang pertama
    Sulit bagiku untuk bisa
    Berhenti mengagumi dirinya

    Seiring dengan berjalannya waktu
    Akhirnya kita berdua bertemu
    oh diriku tersipu malu
    melihat sikapmu yang lucu

    Dan andai suatu hari kau jadi miliki
    Tak akan kulepas dirimu kasih
    Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu

    Reff:
    Kurasa ku t'lah jatuh cinta
    Pada pandangan yang pertama
    Sulit bagiku untuk bisa
    Berhenti mengagumi dirinya

    Oh tuhan tolonglah diriku
    'tuk membuat dia menjadi milikku
    Sayangku, kasihku, oh cintaku
    She's all that I need

    Dan bila kita bersama
    Kan kujaga dirimu untuk selamanya
    Oh terima cintaku
    ye ye ye

    Rap:
    Yeah
    Summer time, ain't summer time
    If I don't have you as mine
    But you always on my mind
    In the magazine you showed up
    Baby girl, you're beauty makes my minds blow up
    Your personality it's calm and friendly
    The kind of girl that I would love to be with me
    Once I start, no I won't fall back
    Here's my cellphone number, so please call back

    Reff:
    Kurasa ku t'lah jatuh cinta
    Pada pandangan yang pertama
    Sulit bagiku untuk bisa
    Berhenti mengagumi dirinya

    Oh tuhan tolonglah diriku
    'tuk membuat dia menjadi milikku
    Sayangku, kasihku, oh cintaku
    She's all that I need

     
    Editor : dian sukmawati

RAN PANDANGAN PERTAMA

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »